Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Halaman

Tampilkan postingan dengan label Embun Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Embun Cinta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2012

Rahasia Hati

Selasa, 15 Mei 2012
0 komentar
Sedang kubaca puisi rindumu
Di batas waktu dan cakrawala
Yang selalu saja membisu

Dan aku tak tahu warna puisimu sesungguhnya
Putih, hitam atau abu-abu?
Andai saja pelangi mau
Membisikkan rahasia ruang hatimu
Aku tak perlu terombang-ambing
Di pusaran ombak rindu tak bertepi ini


Semarang, 3 Maret 2012

read more

RIndu

0 komentar
Mendekatlah...

Sentuhlah...

Kecaplah...

dan ...

Rasakanlah...

Rindu yang tak berwujud
Namun ada ...
Kusimpan di ruang hati

read more

5 Mei

0 komentar
Lebih dua dasawarsa telah kita lewati bersama
Menapaki jalan penuh kerikil tajam
Berlayar di samudra berombak deras
Dan terkadang, terbang di langit cerah tak berawan.

Aku mencintaimu, itu pasti!
Tapi,
Hari ini, secara khusus aku ingin memohon kepadaNYA...
"Agar aku bisa mencintaimu dengan cinta yang dulu :
Cinta yang penuh gairah dan debar nan indah,
Cinta yang belum tergerus rasa KECEWA DAN SAKIT HATI"
Karena diantara kita ada 4 buah cinta,
yang hadir dan telah dipercayakanNYA pada kita.

Engkau tetaplah anugerah terindah
Dan keluarga kecil kita adalah taman bunga dan surga bagiku.

Aku ingin terus mencintaimu
Mencintai dengan cinta yang sama,
Bahkan andai kumampu, aku ingin mencintaimu lebih.

Ya, aku sadar!
Cinta tanpa luka takkan terasa manisnya...

Akan slalu kuingat janji yang telah terpatri di altar suci :

"Setia dalam duka dan suka
                    malang dan untung
                    sakit dan sehat"


Di usia perkawinan yang makin renta dan rapuh,
Hanya cintaNYAlah sumber mata air Serta roti hidup
Bekal dalam peziarahan kita.

Terimakasih telah menemani,
Terimakasih telah menopang
Dan terimakasih telah menjadi bahu untuk bersandar ...


Ajari aku : Mencintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi Kupastikan ku ada…(untukmu) – (song by Once)

read more

Mbangun Tresno

0 komentar

Judul diatas terinspirasi komen pak Handoko di artikelku : Mencintai, Dicintai dan Jatuh Cinta adalah Anugerah. Begini katanya :

            “Meita, jatuh cinta itu mudah. Yang sulit adalah mbangun trisna.”

Yup! 100% setuju! Banyak orang yang mudah sekali jatuh cinta, tapi gagal untuk membangun cinta itu menjadi suatu bangunan yang indah, membuatnya menjadi suatu kediaman yang nyaman bagi keluarga kecilnya.

Banyak tips yang disediakan agar rumah tangga bahagia, sakinah mawardah dan waromah. Tetapi tiap hari, masih saja banyak sidang perceraian atau juga pasangan yang pisah ranjang.

Mbangun tresna tak seindah saat kita jatuh cinta. Memelihara cinta, seperti merawat anak, tanaman dan binatang peliharaan kita. Tak cukup hanya cinta, diperlukan kesabaran, ketelatenan dan masih banyak lagi komponennya. Dan itu pun tergantung kebutuhan masing – masing, alias sangat situasional.

Seringkali pasangan merasa malas merawat kemesraan. Pada kenyataannya hal mendasar yang membuat cinta begitu indah adalah kemesraan. Itu buat saya lho. Entah buat anda. Kita ingat saja saat berpacaran dahulu, kita tidak malas membuat hal – hal kecil yang menyenangkan buat pasangan kita. Juga komunikasi yang intens sangat diperlukan.  Kedua hal ini menjadi bumbu penyedap dalam kehidupan perkawinan. Percayalah, perkawinan tanpa kemesraan dan komunikasi seperti halnya masakan yang hambar tanpa garam. Sekedar untuk dimakan mengatasi rasa lapar.

Sekedar sharing saja, suamiku bukanlah orang yang romantis.  Dulu kami sering berselisih paham, karena sifatku yang manja, ingin selalu diperhatikan. Sedangkan dia menganggap hal itu tidak penting. Cinta tidak perlu diungkapkan dengan kata-kata. Cukup perbuatan saja. Tapi buat aku itu tak cukup. Walau demikian aku tak lelah bersikap mesra dan manja padanya.

Belakangan, di usia perkawinan kami yang makin matang, dan di usianya yang mulai merayap senja, ia mulai menyadari, pentingnya kemesraan. Ia sekarang yang sering minta perhatian. He he he……….Untunglah, ia punya kesadaran begitu. Ia takut aku diperhatikan orang lain. Xixixixi…………
Hmmmmm senangnya.,,,

Suamiku menyadari aku punya banyak teman. Memang dari kecil justru kebanyakan temanku adalah laki-laki. Inilah hal yang dikhawatirkannya. Untunglah, aku selalu dikelilingi teman-teman yang baik, mereka menyayangi aku. Aku tak munafik, bahwa aku ataupun sahabat-sahabatku ini tak pernah saling jatuh cinta. Tapi, selalu aku maupun sahabat-sahabatku ini kembali pada hakikat dan komitmen hidup kami masing-masing. Persahabatan atau rasa yang ada sebatas untuk mendewasakan dan melewati proses hidup yang memang harus dijalani sesuai dengan karkter dan pribadi masing-masing. Namun manusia sejatinya, dihargai karena dia mampu memegang komitmen dan kehormatannya hingga akhir hayatnya. Semoga aku juga selalu mampu menjaganya… Amin.

Kembali pada MBANGUN TRESNA. Seperti yang kusampaikan diawal, cinta itu seperti tanaman yang suatu saat bisa layu, atau bahkan mati terserang hama, dan akhirnya bersemi kembali karena dirawat dengan baik. Kita sering lupa, bahwa demikianlah cinta kita. Tanpa perawatan yang memadai, pastilah cinta itu akan seperti mayat hidup jika tak mau dikatakan mati.

Nah, sudahkah anda mbangun tresna, merawat cinta anda agar tetap subur, indah dan selalu bersemi, berbunga tiap hari???? Ha ha ha ha….. Kalau aku sih tidak muluk-muluk. Karena sebenarnya hidup adalah suatu proses. Ada up and down. Tinggal kita mau membuat proses hidup itu memiliki arti atau hanya sekedar hidup yang monoton sia – sia.

Akhirnya aku mau mengajak anda semua : yuk Mbangun Tresna! Yuk mesra, yuk saling memperhatikan, yuk saling memahami dan selalu memaafkan … silahkan tambahi sendiri ya………………..!!!!!


Salam penuh cinta untuk anda semua, sahabat-sahabatku!
Semarang 30 April 2012





           

read more

Mencintai, Dicintai dan Jatuh Cinta Adalah Anugerah (Bag. II)

0 komentar

Hidup adalah proses belajar yang terus menerus dan tiada henti. Dan pelajaran yang paling menarik dalam hidup adalah Cinta. Ini sih buat aku. Ha ha ha ha…

Cinta menjadi topic yang selalu indah dan tak pernah habis diceritakan. Aku sungguh tertarik sharing seorang biarawan tentang cinta. Dimana dalam imamatnya ia jatuh cinta. Sungguh merupakan suatu perjuangan yang indah ketika menikmati saat mencintai, dicintai dan jatuh cinta. Menjadi luar biasa ketika ia mampu mengendalikan rasa cinta EROS dan meningkatkannya menjadi cinta yang luhur yaitu cinta AGAPE.

Cinta eros adalah cinta romantis, di mana gairah dan fantasi sering menguasai hidup dan kepribadian mereka yang terlibat. Dalam proses cinta Eros ini, kehidupan serasa hanya terpusat pada sang kekasih. Biasanya orang yang sedang mengalami, membayangkan kisah seperti di film dan novel romantis. Tapi eros bukanlah cinta yang kekal, karena cinta ini tumbuh dari emosi dan keadaan. (Spin yarn – Wiki Pedia)

Ada juga yang disebut Cinta FILLA. Cinta FILLA ini, adalah cinta yang saling memberi dan menerima, berkomunikasi serta bekerja sama. Contoh konkrit dalam cinta semacam ini adalah dalam suatu persahabatan, atau juga dalam institusi perkawinan. Ada “take” and “give” – memberi dan menerima.

Tingkat cinta yang terluhur adalah Cinta AGAPE. Cinta dalam tingkat ini adalah cinta yang tak bersyarat. Dalam tingkatan cinta AGAPE ini, orang memberikan dirinya, tetap mencintai orang yang tak pantas dicintainya. Inilah yang dilakukan oleh Sang Maha Cinta. Mencintai manusia tanpa syarat, tetap memberikan apa yang diperlukan, walau manusia tak pantas dicintai.

Kembali pada masalah mencintai, dicintai dan jatuh cinta adalah anugerah, seringkali aku bertemu dengan orang yang tak bisa mencintai. Juga aku cukup banyak menemui orang yang tak dicintai (oleh orang yang diharapkannya). Sering mereka merasa hidupnya tak berarti. Dan lebih tragis lagi adalah orang yang tak pernah jatuh cinta.

Wow! Kalau sampai ini terjadi, aku cuma bisa mengatakan : “malapetaka”. Jatuh cinta sungguh merupakan suatu anugerah. Indahnya saat berdebar-debar, terbayang-bayang saat dikecup orang yang dicintai ha ha ha ha………

Adakah diantara anda belum pernah jatuh cinta……? Paling tidak, sekali saja anda harus mengalaminya. Ha ha ha ha……(Ini bukan aliran sesat lho!) Dalam proses kehidupanku, akupun juga mengalami masa-masa jatuh cinta, mencintai dan dicintai. Pernah suatu ketika seorang teman mengatakan, wah kamu ini puber kedua ya? Aku cuma tertawa dan kukatakan padanya, setiap hari, setiap waktu aku jatuh cinta, jadi mungkin aku ini sedang puber terus, ha ha ha ha.

Adakah yang salah dari mencintai, dicintai dan jatuh cinta? Menurutku sih tidak. Menjadi salah kalau kita mengabaikan komitmen hidup kita. Maksudnya adalah ketika kita sudah terikat dalam suatu komitmen pernikahan atau hidup membiara namun kita melanggarnya dan melupakan apa yang telah menjadi pilihan hidup kita. Pada dasarnya cinta membuatku bersemangat dan hidup. Aku mengendalikan perasaan cinta itu dan membuatnya menjadi proses yang indah dan sempurna, menjadikannya suatu semangat untuk lebih mencintai pasanganku. Hal ini membuat aku merasa beruntung karena Tuhan memberi anugerah terindah dalam hidupku : Suami dan anak-anakku – keluarga kecilku.

Di usiaku sekarang ini, aku sungguh merasa bahagia : Mencintai, Dicintai dan Jatuh cinta….. What a blessing!




Semarang, 27 Maret 2012


read more

Kemarilah

0 komentar
Kemarilah...
Wahai pelangi hati...
Mendekatlah,
Biar ku sentuh satu persatu warnamu yang ceria, sendu juga pilu ..

Aku tahu
Meski kadang matahari enggan menorehkan kuasnya dilangitku
Juga titik air malas membiaskan warnanya,
Tapi, percayalah!
Telah kusediakan buatmu ruang,
Di batas cakrawala hatiku ....

Kemarilah ...!

read more

Mencintai, Dicintai dan Jatuh Cinta adalah Anugerah (Bag I)

0 komentar

Pernyataan ini adalah hasil permenunganku bertahun - tahun. Mungkin banyak yang tak setuju. Boleh - boleh saja, karena sebuah pernyataan tentu menyangkut latar belakang, pengalaman, cara pandang dan masih banyak lagi yang mempengaruhinya.

Aku tak mau bicara tentang orang lain. Aku mau bicara saja tentang diriku. Dulu, aku begitu sempit mengartikan kata cinta. Bagiku, jika pasanganku mengingat masa lalunya, itu adalah suatu pengkhianatan. Ha ha ha. Padahal aku pun sering mengingat pacar-pacarku. Juga kenangan-kenangan manis yang pernah kualami. Apakah itu suatu pengkhianatan? Hmmm, entahlah mungkin iya.

Tapi manusia tak kan pernah bisa melupakan masa lalunya begitu saja. Apakah itu dosa? Lagi-lagi entahlah. Karena dosa buatku hak preogratif Sang Maha. Kadang-kadang, dulu aku juga suka cemburu jika pasanganku memperhatikan atau diperhatikan lawan jenis. Sampai suatu saat ketika aku curhat pada seorang sahabat, malah aku diketawain. Begini katanya,

"Ya pastilah ada rasa sayang atau pun cinta, kalau kita memperhatikan orang lain. Kalau tidak ada, mana mungkin kita memberi perhatian kepada mereka. Ayolah, jangan kedepankan prasangka buruk. Kita harus mencintai sesama dan pasangan kita, tapi tak melebihi cinta kita padaNYA. Dan lebih dari itu karena kita mencintaiNYA. Kalau itu menjadi dasarnya maka kita bisa meminimalisir dan menjauhkan diri dari penyelewengan.

" Kembali pada persoalan mencintai, dicintai dan jatuh cinta adalah anugerah, aku seringkali tertawa jika membaca komen-komen bernada curiga, jika aku memasang status cinta. Kadang-kadang aku sengaja menggoda atau memancing komen mereka, sekedar mengorek cara pandang saja. Atau malah kubilang, pengalaman pribadi ya? Ha ha ha...



Bersambung...

read more